WISATA
BERBASIS TERNAK
·
Ide-ide
Mengembangkan
wisata dibidang peternakan yaitu pada ternak sapi perah. Membuat kandang yang
berskala besar dan memiliki tingkat kebersihan yang tinggi. Sehingga akan
membuat daya tarik yang begitu tinggi baik itu bagi anak-anak, orang dewasa maupun
bagi para peternak yang belum mengenal cara beternak dengan baik dan bersih.
Wisata ini didukug oleh pemandangan yang begitu indah, sehingga para pengunjung
tidak mudah bosan dengan memandang satu objek saja. Dalam wisata ini, sapi
dibagi dalam beberapa kandang seperti, lima kandang sapi
laktasi, satu kandang sapi kering dan
karantina, satu kandang pejantan dan satu kandang
pedet. Sistem perkandangan yang akan dibentuk ada dua tipe
yaitu stanchion barn dan loose house.
Stanchion barn yaitu sistem
perkandangan dimana hewan
diikat sehingga gerakannya terbatas sedangkan
loose house yaitu sistem perkandangan dimana
hewan dibiarkan bergerak dengan batas-batas tertentu (Davis, 1962). Sebagai
contoh, kandang sapi dalam skala kecil yaitu, kandang sapi berkapasitas 20 ekor
yang memiliki ukuran : panjang 13 m, lebar 6,3 m, dan tinggi 5,75 m. Lantai
kandang menggunakan semen beton dengan kemiringan 2%, atap menggunakan asbes,
rangka menggunakan besi, tempat pakan dan minum menggunakan beton.
· Jenis
ternak
Jenis ternak yang akan digunakan
sebagai objek wisata ini yaitu sapi perah . Hasil penelitian menyatakan sapi
perah yang berasal dari daerah iklim sedang berproduksi maksimal pada suhu
lingkungan antara 1,1-15,5ºC tapi masih dapat berproduksi dengan baik pada
kisaran 5-21ºC. Apabila suhu melebihi 21ºC, sapi perah asal daerah sedang akan
mengalami kesulitan adaptasi dan akan menunjukkan gejala penurunan produksi
susu. Jika sapi tersebut diternakkan di daerah tropis dengan suhu lingkungan
rata-rata di atas 23ºC, maka produksi susu yang dicapai tidak sebanyak produksi
susu di daerah asalnya. Sapi laktasi, produksi dan pemasaran susu setelah Masa laktasi 7 bulan Masa kering 2
bulan dan cara pengeringan dengan pemerahan
berselang, 3 hari sebelum pengeringan hijauan dan konsentrat dihentikan.
Pemerahan Menggunakan tangan/ manual Frekuensi pemerahan 2 x sehari. Pemerahan
harus dilakukan di kandang. Proses pemerahan dengan meletakkan ibu jari dan
jari telunjuk pada pangkal puting (sedikit memijat) sehingga
air susu dari ambing mulai mengalir ke puting. Sebelum
dilakukan pemerahan
puting dibersihkan terlebih dahulu dengan air.
Jumlah sapi yang akan dibutuhkan dalam wisata ternak ini ± 200 ekor.
· Wilayah
Wilayah yang akan saya gunakan untuk
membangun wisata ini adalah Desa Karangbetung Kecamatan Nanga Mahap, Kabupaten
Sekadau Provinsi Kalimantan Barat. Desa ini merupakan desa yang sangat indah
dan sangat memungkinkan untuk membangun wisata sapi perah. Disamping itu, suhu
daerah ini pun tidak panas, karena di daerah ini hutannya masih lebat dan
dikelilingi perbukitan. kita bisa menjaga kebersihan kandang sapi perah dengan
cara pengambilan air yang jernih serta gratis.
· 

letak
wilayah
letak
wilayah ![]() |
· Program
yang akan ditawarkan
Program yang akan saya tawarkan dalam
wisata ini adalah cara memeras susu sapi, cara memberi pakan pada sapi perah,
serta cara merawat kebersihan kandangnya. Disamping itu, saya juga menawarkan
cara memeras susu sapi dengan alat (alat pemeras susu sapi). Dari cara ini kita
bisa mengajarkan kepada para wisatawan yang berkunjungan ketempat wisata tersebut
bagaimana cara memerah susu yang benar dan bersih. Pakan dari sapi ini tidak
perlu membeli dari luar, disekeliling desa ini banyak lahan kosong yang bisa
digunakan untuk menanam rumput jenis C4 seperti, jagung (zea mays), rumput gajah dan sorgum untuk pakan sapi perah tersebut.
Hasil dari susu tersebut dapat diekspor keluar negri contohnya, malaysia,
jepang, thailand dan beberapa negara yang mau bekerja sama. Setiap sapi
memiliki catatan kelahiran, umur, jenis sapi, serta asal sapi tersebut. Tujuan
dari pemberian identitas sapi tersebut adalah untuk memudahkan dalam mengekspor
susu dalam bentuk kemasan ke berbagai negara.
· Sasaran
konsumen
Sasaran konsumen pada wisata ini
adalah Anak-anak dan para peternak.
Mengapa sasarannya pada anak-anak dan
peternak.? Pertama yaitu sasaran pada anak-anak, supaya mereka mengenal
jenis-jenis sapi dari luar serta meningkatkan rasa ingin tahu mereka tentang dunia
peternakan. Kemudian sasaran yang mengacu pada para petrnak, supya para
peternak tahu bagaimana cara memelihara sapi perah dengan baik, merawat kandang
agar selalu bersih, cara pemberian pakan sapi perah, cara memerah susu yang
benar, serta memperkenalkan alat-alat untuk memerah susu dengan menggunakan
teknologi yang lebih maju.
· Manfaat
dari program wisata ternak ini.
Manfaat dari program ini sangat
banyak. Pertama Bagi peternakan didesa tersebut, wawasan mereka mulai terbuka
tentang cara beternak dengan baik, dalam program wisata ternak sapi perah ini
tidak merusak lingkungan contohnya kotoran dari sapi tersebut tidak
dibuang melainkan dimanfaatkan sebagai
pupuk ataupun dijadikan biogas. Limbah pakan sapi perah tersebut tidak dibuang
tetapi akan dijadikan pupuk. Kedua bagi para wisatawan, setelah mereka
berwisata kewisata ternak sapi perah ini pengetahuan mereka tentang perawatan
sapi perah semakin luas. Bagi perekonomian, pertama
dari hasil susu dapat di jual bahkan di ekspor keluar negeri. Kedua dari hasil kotoran dapat dijadikan
pupuk dan biogas. Ketiga dari limbah
pakan dapat dijadikan pupuk kompos.
· Daftar
pustaka
Aksi
Agraris Kanisius (AAK), 1980. Beternak Sapi Perah. Yogyakarta. Aggorodi, R.1980. Ilmu ternak umum. Edisi
kedua pt. Gramedia jakarta
http://ag1992.blogspot.com/2011/11/penelitian-sapi-perah.html

Tidak ada komentar:
Posting Komentar