Rabu, 04 Juni 2014

rancangan wisata



WISATA BERBASIS TERNAK
·       Ide-ide
Mengembangkan wisata dibidang peternakan yaitu pada ternak sapi perah. Membuat kandang yang berskala besar dan memiliki tingkat kebersihan yang tinggi. Sehingga akan membuat daya tarik yang begitu tinggi baik itu bagi anak-anak, orang dewasa maupun bagi para peternak yang belum mengenal cara beternak dengan baik dan bersih. Wisata ini didukug oleh pemandangan yang begitu indah, sehingga para pengunjung tidak mudah bosan dengan memandang satu objek saja. Dalam wisata ini, sapi dibagi dalam beberapa kandang seperti, lima  kandang  sapi  laktasi,  satu kandang  sapi  kering  dan  karantina,  satu kandang  pejantan  dan  satu kandang pedet. Sistem perkandangan yang akan dibentuk ada dua  tipe  yaitu  stanchion  barn  dan  loose  house. Stanchion   barn   yaitu   sistem   perkandangan   dimana   hewan   diikat   sehingga gerakannya  terbatas  sedangkan  loose  house  yaitu  sistem  perkandangan  dimana hewan dibiarkan bergerak dengan batas-batas tertentu (Davis, 1962). Sebagai contoh, kandang sapi dalam skala kecil yaitu, kandang sapi berkapasitas 20 ekor yang memiliki ukuran : panjang 13 m, lebar 6,3 m, dan tinggi 5,75 m. Lantai kandang menggunakan semen beton dengan kemiringan 2%, atap menggunakan asbes, rangka menggunakan besi, tempat pakan dan minum menggunakan beton.
·       Jenis ternak
          Jenis ternak yang akan digunakan sebagai objek wisata ini yaitu sapi perah . Hasil penelitian menyatakan sapi perah yang berasal dari daerah iklim sedang berproduksi maksimal pada suhu lingkungan antara 1,1-15,5ºC tapi masih dapat berproduksi dengan baik pada kisaran 5-21ºC. Apabila suhu melebihi 21ºC, sapi perah asal daerah sedang akan mengalami kesulitan adaptasi dan akan menunjukkan gejala penurunan produksi susu. Jika sapi tersebut diternakkan di daerah tropis dengan suhu lingkungan rata-rata di atas 23ºC, maka produksi susu yang dicapai tidak sebanyak produksi susu di daerah asalnya. Sapi laktasi, produksi dan pemasaran susu  setelah Masa laktasi 7 bulan Masa kering 2 bulan  dan  cara  pengeringan  dengan  pemerahan berselang, 3 hari sebelum pengeringan hijauan dan konsentrat dihentikan. Pemerahan Menggunakan tangan/ manual Frekuensi pemerahan 2 x sehari. Pemerahan harus dilakukan di kandang. Proses pemerahan dengan meletakkan ibu jari dan jari telunjuk pada pangkal puting (sedikit memijat)  sehingga  air  susu dari  ambing mulai mengalir ke puting. Sebelum dilakukan   pemerahan   puting dibersihkan terlebih dahulu dengan air. Jumlah sapi yang akan dibutuhkan dalam wisata ternak ini ± 200 ekor.

·       Wilayah
          Wilayah yang akan saya gunakan untuk membangun wisata ini adalah Desa Karangbetung Kecamatan Nanga Mahap, Kabupaten Sekadau Provinsi Kalimantan Barat. Desa ini merupakan desa yang sangat indah dan sangat memungkinkan untuk membangun wisata sapi perah. Disamping itu, suhu daerah ini pun tidak panas, karena di daerah ini hutannya masih lebat dan dikelilingi perbukitan. kita bisa menjaga kebersihan kandang sapi perah dengan cara pengambilan air yang jernih serta gratis.
·       ggg.jpgletak wilayah


Rounded Rectangle: Desa karangbetung, kecamatan NG.Mahap, kabupaten sekadau , provinsi KALBAR
 


·       Program yang akan ditawarkan
          Program yang akan saya tawarkan dalam wisata ini adalah cara memeras susu sapi, cara memberi pakan pada sapi perah, serta cara merawat kebersihan kandangnya. Disamping itu, saya juga menawarkan cara memeras susu sapi dengan alat (alat pemeras susu sapi). Dari cara ini kita bisa mengajarkan kepada para wisatawan yang berkunjungan ketempat wisata tersebut bagaimana cara memerah susu yang benar dan bersih. Pakan dari sapi ini tidak perlu membeli dari luar, disekeliling desa ini banyak lahan kosong yang bisa digunakan untuk menanam rumput jenis C4 seperti, jagung (zea mays), rumput gajah dan sorgum untuk pakan sapi perah tersebut. Hasil dari susu tersebut dapat diekspor keluar negri contohnya, malaysia, jepang, thailand dan beberapa negara yang mau bekerja sama. Setiap sapi memiliki catatan kelahiran, umur, jenis sapi, serta asal sapi tersebut. Tujuan dari pemberian identitas sapi tersebut adalah untuk memudahkan dalam mengekspor susu dalam bentuk kemasan ke berbagai negara.
·       Sasaran konsumen
          Sasaran konsumen pada wisata ini adalah Anak-anak dan  para peternak. Mengapa  sasarannya pada anak-anak dan peternak.? Pertama yaitu sasaran pada anak-anak, supaya mereka mengenal jenis-jenis sapi dari luar serta meningkatkan rasa ingin tahu mereka tentang dunia peternakan. Kemudian sasaran yang mengacu pada para petrnak, supya para peternak tahu bagaimana cara memelihara sapi perah dengan baik, merawat kandang agar selalu bersih, cara pemberian pakan sapi perah, cara memerah susu yang benar, serta memperkenalkan alat-alat untuk memerah susu dengan menggunakan teknologi yang lebih maju.
·       Manfaat dari program wisata ternak ini.
          Manfaat dari program ini sangat banyak. Pertama Bagi peternakan didesa tersebut, wawasan mereka mulai terbuka tentang cara beternak dengan baik, dalam program wisata ternak sapi perah ini tidak merusak lingkungan contohnya kotoran dari sapi tersebut tidak dibuang  melainkan dimanfaatkan sebagai pupuk ataupun dijadikan biogas. Limbah pakan sapi perah tersebut tidak dibuang tetapi akan dijadikan pupuk. Kedua bagi para wisatawan, setelah mereka berwisata kewisata ternak sapi perah ini pengetahuan mereka tentang perawatan sapi perah semakin luas. Bagi perekonomian, pertama dari hasil susu dapat di jual bahkan di ekspor keluar negeri. Kedua dari hasil kotoran dapat dijadikan pupuk dan biogas. Ketiga dari limbah pakan dapat dijadikan pupuk kompos.

·       Daftar pustaka
Aksi Agraris Kanisius (AAK), 1980. Beternak Sapi Perah. Yogyakarta.      Aggorodi, R.1980. Ilmu ternak umum. Edisi kedua pt. Gramedia jakarta
         http://ag1992.blogspot.com/2011/11/penelitian-sapi-perah.html